Bandara-Syamsudin-Noor
Cerita Piknik

Bongkar sampah Bandara demi selamatin HP dan KTP

Nggak tau saya lagi apes atau nggak fokus, mendadak saya nekat bongkar sampah bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin, demi selametin HP dan KTP yang sekonyong-konyong raib ditelan kotak stainless. Bodo amat sama urat malu. Sementara putus dulu, ntar disambung lagi..

Jujur waktu kejadian saya benar-benar hilang kendali. Yang ada di pikiran saya cuma 1, yaitu menyelamatkan HP, KTP (saya dan suami) sama kartu check in (2 lembar) yang entah mereka lagi ngapain di dalam sana. Begitu semua lepas dari pandangan, saya buru-buru ngobrak-abrik isinya wkwk..

“Segitunya sampai obrak-abrik tong sampah?”

Persis, suami saya juga seheran itu!

Jawaban saya datar, karena nggak sadar kalau kotak stainless yang saya tumpangi barang penting itu ternyata kotak sampah!

Kotaknya mirip-mirip begini lho:

Bongkar sampah Bandara demi selamatin HP dan KTP

Cerita bermula ketika saya mau pulang ke Surabaya dan selesai melakukan check in. Karena harus mengatur berat, petugas meminta saya untuk mengubah bawaan supaya dalam 1 koper nggak lebih dari 7 kilo. Saya menyadari, barang yang saya bawa kelebihan beban untuk ukuran 1 orang. Tapi karena saya berdua, saya lupa mengaturnya. Total sih 13 kg, sama petugas diminta dibagi 2.

Lupa! Bener-bener lupa saya! memang biasanya meski pergi berdua, bawaan kami beratnya sekitar 7-8 kilo saja. Dan kali ini tidak wajar karena banyak titipan. Diantaranya bedak dingin Berastagi 10 pak! Iseng-iseng nimbang ternyata ada 10 kilo sendiri, haha..

Untung saja ransel gak ikut ditimbang. Udah pasti kelebihan beban banget, hehe..

Usai urusan check in, maksud hati ingin mengembalikan kembali bawaan yang sedianya dipisah untuk disatukan lagi. Biar gak banyak tentengan gituu.. Untuk urusan bongkar-bongkar ini, kami sepakat nyari tempat yang paling nyaman. Yaitu di pojok ruangan. Siapa tau bisa sambil selonjor-selonjoran kaki dikit, haha..

Nah di sinilah tragedi itu terjadi. Sebelum tiba di pojokan, saya berdiri sebentar berniat menyimpan KTP, HP, sama lembar check in di ransel biar aman nggak tercecer. Eh tau-tau kecemplung aja.

Bandara-Udara-Banjarmasin

Gagal Fokus Kotak Sampah Stainless

Alih-alih mindahin ransel dari belakang ke depan untuk buka resleting. Biar praktis, saya taruh dulu KTP dan lain-lain di atas ‘sesuatu’ yang menurut saya bentuknya strategis sekali. Saat itu saya sempat GR, baik banget sih petugas bandara Syamsudin Noor, menyediakan tempat kosong bagi penumpang untuk naruh sesuatu. Maklum bandara baru, saya pikir ada layanan baru.

Ndilalah, baru juga naruh, tiba-tiba raib begitu saja. Saya kelabakan. Perasaan gak ada orang, kenapa mereka hilang begitu saja?

Begitu permukaan steenlisnya saya pegang, ya ampuuunnn ternyata tong sampah! Sekilas memang rata, tapi sebenarnya bentuk tutupnya bergoyang. Kalau sisi sebelah dikasih beban, sisi lainnya njempalik. Dan, nyemplung-lah semua barang-barang ‘kecil’ itu!

Lucunya, mereka jatuh ya jatuh aja gitu. Gak bunyi glodak atau apa.

Tanpa pikir panjang saya langsung bongkar tuh kotak sampah! Awalnya saya obok-obok dulu dalamnya. Asli bagian ini rasanya mau muntah, tapi saya tahan demi menyelamatkan barang super penting itu. Sialnya sampah yang saya obok-obok sampah basah, dong ☹

Nggak puas hanya sekedar ngobok-ngobok, saya tarik kantong plastik hitam wadah sampah kemudian saya keluarkan. Selama beberapa saat, penampakan HP sama KTP tak jua tampak wujudnya.

Sayapun inisiatif nggeser tempat sampah. Kali aja jatuh di kolongnya. Nahas, nggak ada juga! Saya mulai putus asa. Bagusnya bandara Syamsudin Noor sangat luas, sehingga tak banyak orang lalu lalang. Tapi sudut mata saya masih bisa melihat banyak pasang mata di kejauhan sedang mengamati pola tingkah saya.

Didatangi Cleaning Service

Saat itulah saya baru mengerti disain sampah stainlees itu ternyata berlapis-lapis. Setelah saya mengeluarkan plastik hitam, rupanya di dalam kotak sampah itu masih ada kotak stainlees lain (untuk memisahkan sampah kering dan sampah bawah) yang ternyata bisa dikeluarkan terpisah. Saat saya angkat sedikit, samar-samar saya melihat HP dan KTP berpelukan mesra di bawah sana. Mereka sedang berdiri menyandar pada dinding steenlis.

Yah, seperti yang Anda duga, saya benar-benar memporakporandakan tong sampah yang tadinya rapi jadi acak-acakan. Saya angkat kotaknya, lalu saya ambil KTP sama HPnya. Dan untuk mendapatkan lembar check in butuh usaha lebih karena keberadaan mereka tercecer.

Begitu semua berhasil saya dapatkan, datanglah sesembak petugas cleaning service yang menyapa saya dengan kalem. “Ada barang yang hilang, mbak?”

Dengan muka amburadul bercampur keringet, sekaligus tangan kotor, pertanyaan si mbak saya balas dengan permintaan ijin ke toilet untuk mencuci tangan. Setelah bebersih tangan yang entah berapa kali saya bersabun, saya kembali dan menghadap mbak cleaning service seraya menceritakan asal muasalnya.

Dan si mbak hanya mengangguk enteng, hingga akhirnya saya disuruh bergegas olehnya. Tapi saya sempatkan minta maaf karena telah mengobrak abrik tong sampahnya.

Kalau ingat kejadian itu, bawaannya antara pingin ketawa, mau nangis, tapi juga sebel sama yang mendisain tempat sampah. Mau bilang saya ceroboh, tapi ide tong sampah mirip kotak penyimpanan itu bikin orang gagal fokus, tau! wkwk.. Dan lagi, tidak ada tulisan yang terbaca jelas bahwa itu KOTAK SAMPAH! Sungguh, saya tidak sedang mencari kesalahan orang atas tragedi konyol yang saya alami, anggap saja pemanis cerita perjalanan. Semoga saja tidak ada Yuni Yuni lain yang gagal fokus lihat tempat sampah layaknya kursi bersofa, hehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *