Menyusuri sejarah kota Malang di Museum Malang Tempo Doeloe

Setengah hari jalan-jalan di kota Malang bisa kemana? Mengunjungi Museum Malang Tempo Doeloe, ajaa.. lokasinya dekeeet banget sama Stasiun Kota Malang.

2016-02-15_04-47-14

Rencana menghadiri perayaan Ulang Tahun Blogger Ngalam harus telat gara-gara kepedean lihat jadwal kereta Penataran. Tiba di lokasi acara udah jam setengah 2 siang, udah telat banget hihi..

Walaupun telat, saya masih bisa ikut jalan mengunjungi Museum Malang Tempo Doeloe yang letaknya di jalan Gajah Mada Malang, tempatnya pas di belakang gedung Balaikota Malang.

Dari Stasiun Kota Malang cukup jalan kaki. Jaraknya sekitar 200 meteran. Gak usah naik angkot, atau becak. Jalan aja ngikuti trotoar dibawah rerimbunan pohon sambil menikmati udara sejuk kota Malang. Walaupun sejuknya Malang sekarang gak terasa suejuuk bangeet hehe..

Masuk ke Museum Tempo Doeloe harga tiketnya Rp. 15.000,-, untuk anak sekolah Rp. 10.000,-

2016-02-15_04-49-25

Dilihat dari luar, gedung Museum Malang Tempo Doeloe gak seperti museum. Malah cenderung kayak bangunan tak terpakai. Cat temboknya yang berwarna hitam, trus ada coretan di tembok mengindikasi bangunan ini bukan tempat penyimpanan benda-benda purbakala. Ditambah barisan mobil yang parkir pas di depan landmark museum, membuat orang lewat gak bakal tau kalau dibalik mobil diam itu ada sebuah museum.

Satu-satunya penanda bahwa ini bangunan museum adalah stiker oranye bergambar Raja di pintu kaca museum.

2016-02-15_04-47-27

Masuk ke dalam ruangan museum terdapat tumpukan tong warna-warni. Cantik, tapi saya gak ngerti fungsinya buat apa. Mungkin pemanis ruangan.

Di Museum Malang Tempo Doeloe saya dapat mempelajari dan melihat langsung situasi kota Malang mulai dari Masa Prasejarah hingga masa penjajahan Jepang. Di sini, saya tak sekedar melihat benda-benda purbakala dari balik kaca etalase, namun bisa turut ambil bagian didalamnya. Keunikan Museum Malang Tempo Doeloe dibuat layaknya 3Dimensi sehingga pengunjung bebas mengambil foto. Semacam De Mata, gitulah..

P_20160124_160220

Setelah melalui pintu pengecekan tiket, saya dibawa ke sejarah terbentuknya kota Malang.

Malang Masa Prasejarah 1.500.000 tahun yang lalu.

Pada masa lalu kota Malang masih berupa hutan lebat yang dikelilingi oleh Gunung Bromo Tengger, Gunung Arjuno, Gunung Semeru, Gunung Welirang, Gunung Kawi dan Gunung Kelud.

Pada masa Kerajaan Majapahit, pasukan Mataram membedah kota Malang sehingga di kenal dengan nama Kota Bedhah, bedhah dalam bahasa Jawa, artinya Sobek. Berada di tengah kepungan Gunung membuat kota Malang menyobek beberapa Kabupaten di Jawa Timur sehingga kota ini dianggap sebagai kota penghalang. Penghalang dalam bahasa Jawa, ngalang-alangi, itulah sebabnya di sebut Malang karena kota ini Menghalangi.

Di area ini terdapat lubang bawah tanah yang di lapisi kotak kaca sehingga pengunjung dapat melihat ke bawah. Selain itu pengunjung juga bisa turun ke bawah tanah.

P_20160124_160025

Di kotak bahwa tanah ini, terdapat serpihan genteng purbakala, batu bata dan relief pada masa kerajaan Majapahit, serta fosil tanduk kerbau.

Malang Tahun 1350, Pemukiman Penduduk Masa Kerajaan Majapahit

SAM_5597

P_20160124_160910

Area ini menampilkan koleksi benda-benda peninggalan Kerajaan Majapahit. Ada cobek dan uleg-uleg dari batu dengan berbagai bentuk. Ternyata, cobek jaman dulu bentuknya kotak, lho Rek, bukan bunder seperti yang kita lihat sekarang.

Lalu ada Patung Manusia tahun 1293 yang menggambarkan anak-anak , wanita, dan laki-laki berbagai bentuk.

2016-02-15_04-50-22

2016-02-15_04-50-43

2016-02-15_04-50-56

2016-02-15_04-51-24

Keluar dari zona ini terdapat penampakan dapur jaman dahulu yang masih lengkap dengan perabotannya. Perabotannya jadul sema seperti punya Nenek saya hehe..

2016-02-15_04-53-16
Alat Penggiling Jagung

2016-02-15_04-53-38
Rempah-rempah

2016-02-15_04-54-03
Cobek dan uleg-uleg dari batu

2016-02-15_04-55-30
Mixer

Ada Mixer tahun 1939, Alat penggiling jagung tahun 1952, setrikaan ayam jago, penumbuk padi, kentongan kayu, dan sebagainya. Eh, ada juga, rokok klobot seperti rokoknya Kakek huaha..

Saya paling suka di area ini, sambil nostalgia dari arah belakang terdapat suara gemericik air. Suara ini bukan buatan, lho, tapi asli dari aliran sungai di belakang museum hehe..

P_20160124_162338

Malang tahun 1800-1900

Di bagian ini kita dapat melihat dokumen peninggalan pemerintah Malang dan Pasuruan dalam bentuk asli pada tahun 1894. Bahkan, Buku Induk Perencanaan Pendirian Kota Pradja Malang tahun 1897 disusun dengan aksara Jawa alias Honocoroko.

2016-02-15_04-59-00

Di sini kalian akan takjub melihatnya sebab peninggalan-peninggalannya dapat mengisahkan bagaimana suasana kota Malang Tempo Doeloe. Koleksi Sabak, stempel, dan sertifikat tersimpan awet. Begitupula Peta Malang yang kertasnya sudah kucel tapi masih bisa terbaca jelas.

2016-02-15_04-59-32

2016-02-15_05-00-39

2016-02-15_05-01-08

2016-02-15_05-02-12

2016-02-15_05-04-20

Benda pribadi R. Soerib Adikoesoemo juga di simpan di Muesum ini. Saya gak tau siapa R. Soerib ini. Dugaan saya sih Walikota Malang, soalnya gak ada keterangan jelas, siapa beliau ini..

2016-02-15_05-04-33

Di Museum ini menyimpan juga foto Walikota Malang dari yang pertama sampai terakhir. Ternyata Walikota Malang baru dijabat oleh pribumi pada jabatan yang ketiga. Walikota Malang pertama dan kedua dijabat oleh keturunan Belanda.

2016-02-15_05-05-13

2016-02-15_05-05-48

Malang Tahun 1943, Masa Kependudukan Jepang

Di tempat ini entah kenapa ada jeruji penjara. Mungkin masa itu Kependudukan Jepang sangat kejam terhadap pribumi. Dari foto-foto yang terpampang, rupanya pemerintah tak ambil diam, terbukti helm-helm penjajah Belada di tata di dinding dengan rapi.

P_20160124_164105

2016-02-15_05-10-09
Helm pasukan Belanda

2016-02-15_05-12-27
Foto-foto Pahlawan Sebelum dan sesudah Kemerdekaan

Museum Malang Tempoe Doeloe ini mengasyikkan. Saya sampai lupa waktu saat menyusuri lorong-lorong waktu. Tau-tau ada petugas yang mendekati saya dan berkata bahwa Museum akan tutup sebentar lagi.

Rasanya belum mengunjungi museum ini sekali. Berharap suatu saat dapat kesana lagi sambil foto-foto di area 3 Dimensi.

P_20160124_164922_p

Museum Malang Tempo Doeloe
Jalan Gajah Mada, Malang
Buka jam 08.00 – 17.00

  1. author

    Silviana Noerita1 year ago

    Huaaa aku yang hampir tiap minggu ke Malang kok malah belum kesini. Gagal sudah jadi anak gawl Malang. Haha

    Reply
  2. author

    Tatit1 year ago

    Ini dekat stasiun kota mbak.asyik bisa jadi pilihan liburan sama Lantip nih

    Reply
  3. author

    dWi1 year ago

    event ini padahal diadakan tiap tahun, planning2 doang…tapi belum keturutan ke sana huhuhu apaaaaa cobak kebanyakan planning *curcol*

    Reply

Leave a reply "Menyusuri sejarah kota Malang di Museum Malang Tempo Doeloe"