Cerita Piknik,  Jalan-jalan

Pengalaman Naik Bus Pahala Kencana Jakarta – Surabaya tarif 200 ribuan

Pengalaman naik bus eksekutif Jakarta – Surabaya dengan tarif 200 ribuan pertama kali saya lakukan. Ternyata perjalanan darat tak kalah nyaman dengan kendaraan di atas rel. Fasilitasnya melimpah!

Masa liburan natal dan tahun baru membuat saya bingung memesan tiket pulang dari Jakarta ke Surabaya. Tiap kali mencari seat kosong kereta api, hampir semua telah penuh. Kalaupun ada sisa hanyalah gerbong yang harganya diatas Rp. 500 ribu.

bus-pahala -kencana

Apa salahnya kalau naik bus? Toh, selama ini saya belum pernah. Tetapi membayangkan bus yang ugal-ugalan muncul sedikit rasa tidak nyaman.

Pengalaman Naik Bus Pahala Kencana Jakarta – Surabaya

Rejeki datang, tiba-tiba ada promo redBus diskon 50% dengan memasukkan kode tertentu beredar di beranda Facebook saya.

pesan-via-online-bus-jakarta-surabaya

Mumpung ada promo, saya langsung membuka website redbus.id dan melakukan reservasi. Setelah membaca fasilitas yang ditawarkan beberapa PO di redbus, akhirnya saya menjatuhkan pilihan pada PO Pahala Kencana.

Alasan saya memilih PO Pahala Kencana karena memberikan layanan lebih, seperti makan malam, selimut, dan kursi yang dilengkapi selonjoran kaki. Meski harganya lebih mahal puluhan ribu dibanding PO yang lain. Tarif resmi Pahala Kencana Jakarta ke Surabaya tertera Rp. 290.000,-. Karena diskon saya hanya bayar separuh harga.

24 Desember 2018 pukul 13.00. Adalah jadwal keberangkatan saya dari Terminal Pulo Gebang menuju Jl. Hang Tuah, Ujung, Surabaya.

Ketika pesan, saya memilih tujuan kota Surabaya semua area sehingga dapat bus yang menempuh titik akhir Madura. Saya lupa, harusnya pilih Purabaya supaya turunnya di terminal . Tapi, ya sudahlah, yang penting sampai dulu dengan selamat di Surabaya.

Naik bus ke Surabaya dari Terminal Pulo Gebang

Jam 11.30 siang, saya tiba di Terminal Pulo Gebang. Terminalnya luas, dilengkapi kios-kios yang menjual makanan, jaket, dan aneka kaos. Namun dari sekian kios, saya tak melihat adanya toko khusus makanan oleh-oleh yang sewajarnya ada di terminal. Entahlah, mungkin ada, saya tidak terlalu memperhatikan. Karena saat itu saya lebih fokus mencari kantor PO Pahala Kencana.

terminal-pulo-gebang

Berbekal informasi petugas terminal yang ramah, saya menemukan banyak sekali loket-loket penjualan tiket dari berbagai merk PO, salah satunya Pahala Kencana, di lantai 2.

Suasana di lantai atas cukup ramai. Calon penumpang dan petugas PO saling berbaur melakukan transaksi. Sisanya ada yang menawarkan tiket, ada juga yang duduk menunggu diantara barang bawaan.

Selain loket pembelian tiket, di lantai tersebut juga ada Musholla dan toilet.

Karena saya sudah mengantongi tiket, oleh petugas Pahala Kencana saya langsung diarahkan ke lantai 3 tempat ruang tunggu pemberangkatan bus.

ruang-tunggu-terminal-pulo-gebang

Rupanya ada banyak sekali gate dan puluhan lajur bus. Saya mendapat gate 9 lajur Pahala Kencana. Saking banyaknya antrian bus, saya bingung mana yang jurusan ke Surabaya. Untungnya calon bus yang saya tumpangi memiliki tulisan kode rute PK-177 yang menempel pada kaca depannya. Kode itu sesuai dengan yang tercetak di e-ticket.

Bagian ini harus super teliti mencari kode bus. Ketika di ruang tunggu, saya bersebelahan dengan anak muda yang bepergian ke Malang dan belum menemukan busnya. Padahal jam keberangkatannya jam 10 pagi. Tapi malah duluan saya yang naik bus. Yang saya khawatirkan justru si anak muda ini sudah ditinggal busnya.

Untuk meyakinkan, saya bahkan perlu menanyakan dahulu, apakah kode yang tertera di luar bus, jurusannya ke Surabaya. Mungkin kalau di sana ada meja informasi akan lebih membantu calon penumpang. Ada, sih, pengeras suara, tapi selama satu jam di sana, saya tidak mendengar informasi apapun.

Dan baiknya, saya salut sama kru bus Pahala Kencana yang rajin keliling ruang tunggu memanggil nama penumpangnya agar segera masuk ke dalam bus. Menurut saya pelayanannya termasuk oke.

Setelah menyerahkan koper untuk dimasukkan bagasi, saya masuk ke dalam bus mencari tempat duduk.

pahala-kencana-di-terminal-pulo-gebang
Kru bus berseragam sedang mencari penumpangnya

Fasilitas Bus Executive Pahala Kencana

Pencariannya sangat mudah, kru bus selalu membantu kebutuhan saya dan penumpang lainnya. Ada kendala apapun, mereka juga sangat perhatian.

kursi-bus-pahala-kencana

Di salam bus terdapat kursi berwarna merah dengan selimut biru tersampir di bagian sandaran. Dilengkapi bantal tidur juga. Sayangnya, tiap sepasang kursi, bantalnya hanya disediakan satu.

Kursinya cukup nyaman, bisa dimaju-mundurkan. ACnya lumayan dingin, kekurangannya adalah TVnya mati. Mungkin karena bus malam, supaya tidak mengganggu istirahat penumpang TV sengaja tidak dinyalakan. Bahkan musik pun hanya diputar di ruang kemudi yang tertutup rapat.

kru-bus-pahala-kencana

Selama perjalanan, cara kendara sopir sangat halus. Ketika ada jalan tanjakan, Ia memelankan laju busnya. Jadi tidak serta merta dilewati dengan kecepatan tinggi sehingga membuat semua orang tergoyang, atau malah terpental.

Sebelum berangkat, kru bus mengecek nama penumpang sesuai data yang ada. Mereka juga memastikan semua penumpang sudah nyaman berada di kursinya.

rumah-makan-aroma

Menjelang Maghrib, bus mampir di RM Aroma, Jalan raya Pantura KM 17 untuk istirahat makan malam. Di sini, penumpang juga sekaligus melaksanakan ibadah sholat. Selain makan, oleh Pahala Kencana saya juga dikasih snack berupa sebotol air mineral dan roti.

snack-bus-pahala-kencana

­

Pemberhentian berikutnya di Rumah Makan daerah Tuban. Sekitar jam 2 dini hari. Di sini penumpang harus bayar makanannya sendiri. Tidak makan juga tidak apa-apa.

Secara keseluruhan pelayanan yang diberikan PO Pahala Kencana memuaskan. Yang tidak puas hanya kondisi toiletnya. Ruangnya terlalu kecil, hingga untuk jongkok saja susah. Karena AC terlalu dingin, mau nggak mau saya bolak-balik ke toilet. Walaupun sebenarnya saya malas. Apa boleh buat daripada saya capek nahan pipis.

Perjalanan 15 Jam dari Jakarta – Surabaya

Jam 5 pagi bus yang saya tumpangi tiba di halte Perak Timur. Sopirnya berusaha taat aturan, saya perhatikan tiap berhenti selalu di halte.

Selama 16 jam perjalanan (efektif 15 jam karena bus start Pulo Gebang jam 14.00) akhirnya saya tiba di Surabaya. Bus Pahala Kencana rekomen bangetlah untuk kendaraan jarak jauh. Harga tiketnya termasuk murah untuk kualitas pelayanan seperti itu. Jadi ketagihan naik bus lagi kalau pergi-pergi, hehe..

 

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *