Pengalaman Naik Kereta Api dari Surabaya ke Denpasar

Banyak yang menghubungi saya, bertanya bagaimana cara naik Kereta Api dari Surabaya ke Denpasar. Sebelum mengalami sendiri, saya dulu juga gak tau bahwa ternyata ada kereta api jurusan Bali.

Untuk menjawab pertanyaan teman-teman, saya akan menceritakan pengalaman naik kereta api dari Surabaya ke Denpasar.

Ketika mau pergi ke Bali saya langsung browsing harga tiket via aplikasi jauh-jauh hari supaya bisa dapat seat murah. Karena saya mau ke Bali, saya langsung mencari rute jurusan Surabaya – Denpasar. Dibanding kereta jurusan Surabaya – Banyuwangi, selisih harga tiket kereta api jurusan Surabaya – Denpasar tidaklah banyak. Padahal dari Banyuwangi ke Denpasar perjalannya masih 5 jam-an.

Pilihan kereta satu-satunya adalah Mutiara Timur Malam dengan jadwal keberangkatan dari Surabaya pukul 22.00 dan estimasi tiba di Denpasar jam 09.30 keesokan hari. Harga tiketnya cukup murah, Rp. 190.000,-.

Malam-malam ngobrol di kereta
Ngobrol di kereta malam-malam gelap

Sesuai jadwal, kereta Mutiara Timur Malam berangkat dari stasiun Gubeng dan tiba dengan selamat di Stasiun Banyuwangi Baru sekitar pukul 4 pagi, menjelang Shubuh.

Waktu itu saya pergi bersama teman-teman perempuan. Ada lakinya satu, Ayahnya Salfa, hehe.. Setiba di Stasiun kami pun selfie-selfie-an dulu di area Stasiun Banyuwangi Baru. Sama sekali gak kepikiran untuk langsung keluar Stasiun. Ngeh nya setelah ada petugas yang memanggil penumpang jurusan Denpasar agar segera menuju ke Damri yang telah disediakan.

Stasiun Banyuwangi Baru
Foto dulu di Stasiun Banyuwangi Baru

Begitu sampai di Damri yang terparkir manis di depan Stasiun, kursinya udah full. Gak ada lagi sisa seat sama sekali. Damri nya disediakan cuman satu pula. Itu pun bis isi 25-30-an. Selain rombongan saya, ada pasangan suami istri dengan bayi di gendongan yang sama bingungnya dengan kami. Ada juga beberapa bule yang sama bingungnya.

Petugas KAI ditanya juga ogah-ogahan jawab. Malah kita semua disuruh masuk dulu. Lah, gimana mau masuk, kalau kursinya penuh. Kami semua yang belum kebagian tempat duduk akhirnya tetap berdiri di luar bis menunggu instruksi selanjutnya. Berharap ada armada tambahan karena gak mungkin kami ke Denpasar berdiri di bis.

Bis Damri dari Banyuwangi ke Denpasar
Keduluan Mas Bule naik bis Damri

Setengah jam kemudian, petugas datang dan menyuruh kami semua masuk. Pokoknya masuk aja, nanti di pelabuhan akan diatur lagi seatnya. Sempat terjadi adu debat dengan penumpang yang keberatan dengan keadaan ini. Pagi masih gelap, mata belum melek maksimal, eh, dikasih insiden sempit-sempitan di bis.

Dengan pasrah saya ikuti juga perintah petugas, daripada ditinggal seorang diri?

KA4
Umpel-umpelan di dalam bis

Untungnya tragedi sempit-sempitan di bis gak berlangsung lama, karena sesampai di pelabuhan Ketapang, di dalam Fery seluruh penumpang diminta turun. Entahlah gimana nanti pengaturan kursinya, pokoknya saya gak mau kalau disuruh berdiri sampai Denpasar.

Selat Bali
pemandangan Selat Bali dari atas Ferry

Tiba di Gilimanuk, saya dan teman-teman (lagi-lagi) jadi penumpang terakhir yang turun. Biasalah, foto-fotoan dulu, haha.. saya bahkan ketinggalan jauh sama teman-teman. Sampai penumpang di kapal udah sepi 😀

Diatas kapal Ferry
Huahahaha, pake acara ketiduran diatas Ferry ngerangkap penjaga tas

Di Gilimanuk saya jalan mengikuti petunjuk pintu keluar khusus penumpang KAI. Bis yang pagi buta tadi saya naiki udah full penumpang. Syukur Alhamdulillah, rejeki penumpang bontot, saya dan teman-teman dapat mobil Hi-Ace yang super nyaman. Kursinya empuk, AC nya dingin, bagian kaki juga lebar. Anak kecil bisa bergerak dengan bebas.

Pelabuhan Gilimanuk
Di Pelabuhan Gilimanuk

Damri KAI
HiAce Damri yang disediakan PT KAI untuk kami, yuhuuuiii 😀

Pelabuhan Gilimanuk
Pak Sopirnya baik, kami dikasih waktu fefotoan disekitar Pelabuhan, hahaha..

Jadwal tiba di Denpasar jam 09.30 molor hingga jam 13.00, pun gak terasa. Jam 9 aja kami masih berhenti istirahat makan di Rumah Makan Madina. Jangan harap biaya makan ditanggung PT KAI, ya, makan di sini bayarnya sendiri-sendiri. Kali aja, teman-teman mbatin, dibayari apa bayar sendiri?, haha..

KA10
Pemandangan yang Bali banget. Gak terasa saya udah ada di Bali

Di Warung Madina ini fasilitasnya lengkap, kamar mandi sakbajeg, ada musholla juga. Sistemnya prasmanan, harga seporsi kisaran 16 ribu, tergantung lauknya. Saya pesen pop mie harga 10 ribu.

Selesai makan, mobil lanjut menuju Denpasar. Nah, teman-teman tinggal milih mau turun di mana. Pilihannya, kalau mau naik angkutan umum turun ke terminal Mengwi. Karena saya kemarin berniat naik ojek online, kami minta turun di Tiara Dewata, (kabarnya swalayan ini sudah tutup). Tarif ojek online dari Tiara Dewata ke Legian kena 90 ribu. Saya naik ber 6, jadinya lebih murah, hehe..

Tiara Dewata
Nunggu ojek di depan Swalayan Tiara Dewata

Saran aja, kalau teman-teman ingin naik ojek online, sebaiknya jangan turun terminal, Pak Sopir Damri ngasih tau, kalau pesan di terminal sopir ojek gak akan mau ambil, kecuali kita jalan dulu menjauh dari area terminal.

Semoga pengalaman naik Kereta Api dari Surabaya ke Denpasar membantu teman-teman yang ingin liburan ke Bali.

  1. author

    Rach Alida Bahaweres4 months ago

    Hai mba
    Belum pernah sih aku naik kereta ke Bali. Seru ah kalau rame-rame. Hihi
    Makasih sudha berbagi 🙂

    Reply
    • author
      Author

      Mama Minta Piknik4 months ago

      Halo juga mbak Alida,

      Kalau rame2 lebih seru naik kereta, mbak, bisa urunan sama teman-teman. Ongkos perjalanan jadi lebih hemat ^^

      Reply
  2. author

    Ahmed Tsar4 months ago

    200 ribu naek kereta ke Bali? Weh murah

    Mbaringunu Mbambung nang Bali berapa hari? Pulangnya kereta meneh?

    Reply
    • author
      Author

      Mama Minta Piknik4 months ago

      Budhal Mas.. tekan Jakarta PP paling 600 ribu. Naik Kertajaya ke Surabaya 110, lanjut Surabaya ke Denpasar 190 ribu. Tidak ada jaminan pijat gratis lho ya hahaha

      Reply
  3. author

    miramiut4 months ago

    ouhh gtuuu rutenyaa 😁😄😃😊 seru ndesel ndeselan hahaha..

    Reply
    • author
      Author

      Mama Minta Piknik4 months ago

      Setelah Madura, kapan kita eksplor Bali, Jeng? 😂

      Reply
  4. author

    Frida4 months ago

    Waduhh mbakk…masih ngantuk tuh pasti pas berdiri di bis Itu..tapi seru kalo rame2 gtu yooo …😹😹😻😻😻

    Reply
    • author
      Author

      Mama Minta Piknik1 week ago

      Rame-rame gini gak jadi ngantuk mbak, haha

      Reply
  5. author

    Julia Amrih4 months ago

    Wih 11 jam-an ya di perjalanan. Tempos2 dah bokongnya, haha. Tapi jadi nggak berasa ya kalo rame2, nice sharing Mba’.. 🙂

    Reply
  6. author

    Enny Law4 months ago

    owh ternyata disambung lagi ya pake bis. Kirain kretanya lgsg ke Bali, bwahaha.

    Reply
    • author
      Author

      Mama Minta Piknik1 week ago

      Keretanya mumbul lewat laut, haha

      Reply
  7. author

    Ophi Ziadah4 months ago

    waah kalu berame gitu lumayan ngurangi capeknya ya mbaa

    Reply
  8. author

    Ratna Dinar P3 weeks ago

    Mbak, baliknya naik kereta juga? Gimana mbak rutenya kalo naik kereta dari Bali ke Surabaya. Kita harus kemana dulu? Ke terminal atau langsung ke pelabuhan?

    Reply
  9. author

    alifah1 week ago

    halo mba, aku mau nanya transportasi dr st. banyuwangi ke terminal ketapang brp ya tarifnya? trus tarif naiknya dikapal brp?

    Reply
    • author
      Author

      Mama Minta Piknik1 week ago

      Dari St. Banyuwangi ke Pelabuhan Ketapang dekat mbak. Kurang lebih 300 meter. Jalan kaki aja…

      Kalau tarif naik kapal ferry ke Gilimanuk saya kurang tau mbak, soalnya udah include tiket kereta, hehe

      Reply
  10. author

    dew1 week ago

    Mbak, saya mau tanya, ini kan saya sdh terlanjur beli tiket kereta (Executive) dgn jurusan surabaya-banyuwangi bukan sby-denpasar, karna sy jg baru tahu info kalo trnyata ada rute sby-denpasar. Apakah saya bakalan tetap dapat free tiket bus damri ya sesampainya di pelabuhan ketapang? Trmksh

    Reply
    • author
      Author

      Mama Minta Piknik1 week ago

      Kalau belinya Surabaya – Banyuwangi gak bisa ikut bus Damri mbak.
      Jarak Stasiun Banyuwangi Baru ke Pelabuhan Ketapang kurang lebih 300 meter, bisa jalan kaki kesananya.

      Sedikit cerita, waktu nunggu kereta ke Surabaya di terminal Banyuwangi Baru saya jalan sendiri malam-malam mencari warung makan. Gak sadar tau-tau sudah di depannya Pelabuhan. Pokoknya deket kok 🙂

      Reply

Leave a reply "Pengalaman Naik Kereta Api dari Surabaya ke Denpasar"