Menyusuri Gua Mahakarya di Pulau Gili Iyang

2 comments 485 views

Pulau Gili Iyang ternyata menyimpan banyak destinasi wisata yang memukau. Salah satu yang ada dalam daftar kunjungan saya adalah Menyusuri Gua Mahakarya di desa Banraas. Ayuuuhhh Mama, mari ikut berpetualang!

Gua Mahakarya

Menuju Gua Mahakarya dari pantai tidak begitu jauh. Menggunakan kendaraan roda tiga alias Dorkas, saya dan rombongan menuju ke sebuah perkampungan dimana kami akan menyusuri Gua Mahakarya di Pulau Iyang.

Yang menarik di jalanan desa Gili Iyang adalah sama sekali tidak ditemukan mobil. Selama berkeliling di jalanan desa tak satupun saya melihat mobil yang lalu lalang. Pilihan trasportasi satu-satunya adalah naik kendaraan, yang kalau di Surabaya digunakan buat angkut galon dan tabung gas! Semoga habis di naiki seorang Mama – Mama, Dorkasnya baik-baik saja, uhuk!

Gili Iyang
Papa – Papa naik Dorkas

Seumur – umur baru kali ini saya merasakan naik Dorkas. Lumayan nyaman, lah, dari pada di suruh jalan kaki keliling perkampungan sepanjang 10km!

Jadi, jalanan di sepanjang desa-desa Pulau Gili Iyang lebarnya hanya sekitar 1 – 2,5 meter itu rata-rata sudah dilapisi paving. Jangan tanya aspal, disini! Jangan tanya lampu merah. Jangan tanya surat tilang. Jangan tanya ada Polisi, nggak. Pokoknya jalanannya uamaaan soroo buat Mama yang suka naik motor melenggang di kecepatan 40km/jam.

Kadang, kan, suka ada tuh, Mama yang naik motornya pelan tapi bergaya kayak ratu jalanan. Pakai daster berkibar berkendara ditengah-tengah jalan. Roll rambutnya jatuh gak terasa. Suka pura – pura lupa nyalain lampu sein. Kalaupun dinyalakan, lampu sein kirinya nyala, beloknya ke arah kanan. Yang belakang cuma bisa ngurut dada. Ada, kan gituu, ada kaaann?? Saya pernah kok, gituu.. tenaang aja, ada temannya haha. Gak bawa SIM gak akan ditilang deeh.. tapi jangan lupa, tetep dipakai helmnya lho.. *tetep bantu promosi Pak Polantas* 😀

Gua Mahakarya
Menuju bibir Gua Mahakarya di Pulau Gili Iyang

Gua Mahakarya letaknya di tengah-tengah perkampungan penduduk. Dari jalan utama, saya melalui area ladang yang teksturnya campuran tanah merah dan batu karang yang jaraknya sekitar 100 meteran. Hari itu cuaca begitu nyengat. Namun saya tak kebingungan urusan nafas. Walaupun jalan sambil ngos – ngosan tapi udara yang masuk ke hidung terasa nyeeesss –nya. Mewakili tenggorokan yang kering kerontang. Asli puanaas di sini. Mama jangan lupa pakai lotion anti UV A dan UV B nya. Kasihanilah Papa yang mahal-mahal biayai klinik kecantikan.. 😛

Gua Mahakarya
Mama, dong, ada yang ngawal hihi..

Baca juga Merangsang Oksigen Awet Muda di Pulau Gili Iyang

Tibalah saya ke sebuah lubang besar. Dari jauh terlihat seperti lubang bukit. Namun siapa sangka, ternyata lubang bukit tersebut merupakan sebuah gua. Saat saya pegang, batunya lebih mirip batu karang. Kasar dan bertekstur. Jangan coba-coba membenturkan kepala di sini. Kalau ada apa-apa repot. Gak ada Rumah Sakit. Dan inilah yang di namakan Gua Mahakarya.

Untuk menyusuri Gua Mahakarya ini saya harus melalui pintu bambu dengan berjalan menunduk. Yang saya gak percaya adalah pintu masuknya kayak.. maaf, seperti kandang ayam hihi.. pintu itu tingginya mungkin setengah meter aja, lho. Untuk ukuran Mama – mama seperti saya masuknya kudu kempisin perut dulu selama beberapa menit. Jalannya nunduk setidaknya 5 meter kedepan. Awas kena kelapa, eh kepala.. Batunya keras, Buuu… 😀

Gua Mahakarya

Masuk ke dalam barulah terlihat cahaya matahari.

Semakin masuk ke dalam batu-batunya terlihat lebih eksotis. Goresan batunya seperti air yang menetes ke bawah. Di ujung-ujung batu tersebut terdapat tetesan-tetesan air, dimana menurut pemuda setempat, tetesan air itu membuat batu di gua menjadi hidup. Kalau hidup, batu itu akan semakin menjuntai ke bawah.

Gua Mahakarya

Uniknya lagi ornamen batu di Gua Mahakarya begitu memikat. Bagi yang suka menikmati seni abstrak dan imajinasi tinggi, ornamen batu itu akan nampak seperti organ makhluk hidup. Sayang, gak ada batu yang mirip brondong ganteng 😀

Saat menyusuri Gua Mahakarya di Pulau Gili Iyang, saya melihat batu yang mengeluarkan cahaya. Kata penduduk, namanya batu bintang. Di dalam gelap batu itu terlihat bersinar di sana – sini. Persis cahaya bintang saat malam hari.

Gua Mahakarya
Batu Bintang

Gua Mahakarya
Detail batu bintang yang bercahaya

Menyusuri Gua Mahakarya di Pulau Gili Iyang tidak terasa pengap, apalagi susah nafas. Meskipun berada jauh ke dalam perut bumi, tapi saya tetap bisa lega bernafas. Benar-benar sebuah Mahakarya keindahan yang di ciptakan Gusti Allah.

Gua Mahakarya
Batu mirip kaki gajah

Gua Mahakarya di Pulau Gili Iyang termasuk gua besar. Dari luar memang terlihat sempit, akan tetapi di sebelah dalam terdapat ruang – ruang lapang yang nyaman. Bersyukur di dalam gua ini telah terpasang lampu LED sehingga tak terlalu gelap-gelap amat. Katanya, lampu LED sumbangan dari mahasiswa ITS. Pinter, Naak. Mbok ya gitu jadi anak muda. Kreatif buat kemajuan bangsa. Kalau bosan jomblo bilang Mama, ya, tak jadikan menantu nanti, hayyyaaahh..

Gua Mahakarya
Batu mirip seperti keluarga

Gua Mahakarya juga masih alami dan bersih. Bila sudah terkenal nanti, semoga saja pengunjungnya menyadari pentingnya lingkungan. Jangan ada coretan seperti tulisan: Lina VS Angga. Itu gak kreatif, Nak. Gua bukan tempat mengabadikan nama orang pacaran. Mending beli kertas undangan lalu ukirlah sebanyak kalian suka. Gua juga bukan tempat sampah, jadi kalau ada sampah masukkan ke dalam tas trus buang di tempat sampah. Di sekolah sudah diajarin, kaan? Ingatlah, gua ini ada bukan hadiah, tapi milik masyarakat pulau Gili Iyang dan mereka pula yang merawat dengan sangat baik. Oke?

Ingin Menyusuri Gua Mahakarya di Pulau Gili Iyang? Ayo berkunjung ke Pulau Gili Iyang

  1. author

    Alam2 years ago

    Seru baca tulisannya Mama Yuni, eh, mama Cuta. 2013 pernah ke sini, tapi namanya bukan Gua Mahakarya, apa ya dulu, lupa namanya, tapi emang Gili Iyang berbeda dari kebanyakan pulau. Lebih dekat daripada Gili Labak, tetapi eksotismenya tidak kalah!

    Ditunggu cerita ttg kadar oksigennya ya, Mak!

    Reply
  2. author

    Niar Ningrum2 years ago

    Mama cuta?? kok ngak mama cute ajah mbak yun hahaha #malahkoment nama domainnya :p

    Cedih adinda ngak jadi ikutan ke sana huhuhuhu

    Reply

Leave a reply "Menyusuri Gua Mahakarya di Pulau Gili Iyang"